Dinkes DKI Pastikan Ketersediaan Obat Penyakit Rawan Saat Banjir Memadai

Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan ketersediaan obat-obatan penyakit yang rawan timbul saat banjir sudah memadai. Beberapa penyakit yang rawan timbul di antaranya penyakit kulit dan diare.
“Itu termasuk klaster yang kita perhatikan pengendalian penyakit. Kita perhatikan yang biasanya muncul seperti diare, leptospirosis, ISPA, gatal, penyakit kulit, itu sudah diantisipasi dengan ketersediaan logistik obat kita sesuaikan,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada wartawan, Jumat (24/11/2023).

Ani menerangkan, pada umumnya, kebutuhan obat-obatan terkait penyakit tersebut mengalami peningkatan ketika bencana banjir melanda Jakarta. Karena itu, Dinkes DKI menyiapkan cadangan obat untuk mengantisipasi lonjakan kasus.

“Ada yang diestimasikan juga. Kita punya data empiris dari tahun ke tahun biasanya berapa, kemudian disediakan buffer. Intinya semua tim di puskesmas udah punya, kita tinggal dibawa, nggak masalah kalau logistik karena semua faskes kita semua pengelolaan keuangan BLUD,” jelasnya.

Ani juga berbicara mengenai kesiapsiagaan puskesmas serta rumah sakit sebagai posko pengungsian alternatif. Prinsipnya, ia memastikan setiap fasilitas kesehatan (faskes) di DKI Jakarta siap menghadapi potensi bencana di musim penghujan tahun ini.

“Puskesmas yang biasanya dijadikan posko mereka siap. Nggak cuman puskesmas, tapi rumah sakit yang sering dijadikan titik evakuasi banjir mereka siap,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan berbagai upaya antisipasi menghadapi bencana musim hujan. BPBD DKI Jakarta mengatakan puncak musim hujan di wilayahnya diprediksi terjadi pada Februari 2024.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji awalnya menjelaskan, merujuk pada penjelasan BMKG, fenomena El Nino moderat diprediksi berlangsung hingga Februari 2024. Di sisi lain, IOD (Indian Ocean Dipole) menunjukkan kondisi positif dan diprediksi bertahan hingga akhir 2023. Meskipun fenomena El Nino menguat, kekeringan/dampaknya akan berakhir begitu musim hujan datang.

“Musim hujan di Indonesia biasanya disebabkan oleh monsun Asia. Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah barat Indonesia yang membawa massa udara lebih banyak yang menyebabkan gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis, Kamis (23/11/2023). https://saladbiji.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*