Guardiola: Jangan Bandingkan Kasus Man City dan Everton

Manchester – Manajer Manchester City Pep Guardiola menilai kasus pelanggaran finansial yang menjerat timnya berbeda dengan yang dialami Everton. Keduanya tak bisa dibandingkan.
Seperti diketahui, Everton baru saja dihukum pengurangan 10 poin karena melanggar aturan Premier League terkait profitabilitas dan keberlanjutan, yang hanya membolehkan masing-masing klub mengalami kerugian 105 juta Pound dalam tiga tahun, sedangkan The Toffees mencatat kerugian 124 juta Pound.

Ini menjadi pengurangan poin terbesar yang pernah terjadi di Premier League, dan menjadi kasus pelanggaran finansial pertama yang dijatuhi hukuman. Setelah vonis untuk Everton dijatuhkan, seketika ingatan publik langsung melayang ke Man City.

Sang juara bertahan sudah lebih dulu dinyatakan melakukan 115 pelanggaran finansial pada Februari lalu, namun hingga kini belum dijatuhi hukuman sama sekali. Kasusnya masih bergulir.

Apa yang terjadi pada Everton membuat banyak pihak memprediksi Man City akan dijatuhi hukuman lebih berat, mulai dari pencopotan gelar hingga degradasi. Namun Guardiola menolak penilaian tersebut.

“Ini adalah dua kasus yang berbeda. Sejujurnya, itu tidak sama,” ujar Guardiola, dikutip BBC.

“Oke, yang satu lebih lama karena lebih rumit, sebab ada 115 pelanggaran. Jadi harus menunggu dulu. Lalu para pengacara dari dua pihak mengajukan kasus mereka di depan hakim dan kemudian baru putusannya,” ujar Guardiola.

Manchester City sendiri bersikukuh tak bersalah. Kasus ini sudah pernah masuk ranah UEFA, dan mereka sempat dijatuhi hukuman larangan tampil di kompetisi Eropa. Namun The Citizens mengajukan banding dan hukumannya diubah menjadi denda 10 juta Euro saja. https://juswortele.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*