Mengenal Lari Jarak Pendek: Pengertian dan Teknik Dasar

Jakarta – Lari dapat dikategorikan ke dalam beberapa nomor lomba seperti lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari gawang, lari halang rintang, hingga lari estafet.
Seperti diketahui, lari merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Lari sendiri merupakan gerak lompatan yang terjadi secara berturut-turut.

Dalam aktivitas lari, terdapat suatu fase dimana kedua kaki tidak menginjak atau menumpu pada tanah. Oleh karena itu, lari juga sering diartikan sebagai kegiatan melangkah dengan kecepatan tinggi.

Setiap nomor lomba dalam lari memiliki ketentuan yang berbeda-beda mulai dari jarak hingga cara bermainnya. Misalkan lari jarak pendek dilakukan dengan kecepatan penuh sepanjang jarak yang ditempuh.

Untuk mengetahui lebih dalam tentang lari jarak pendek, yuk simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Lari Jarak Pendek
Dikutip dari buku Atletik karya Tatang Muhtar dan Riana Irawati, pengertian lari jarak pendek adalah satu cara lari dimana atlet harus menempuh seluruh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin.

Yudy Hendrayana (2007) dalam Bermain Atletik menjabarkan lari jarak pendek adalah kegiatan berlari dengan kecepatan tinggi atau berlari secepat-cepatnya dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dengan demikian, seorang atlet diharuskan mengerahkan seluruh kekuatannya mulai dari start sampai dengan melewati garis finish. Dalam ilmu fisiologi, lari sprint disebut sebagai olahraga anaerobik yang berarti olahraga ini hanya sedikit menggunakan oksigen.

Lari jarak pendek disebut juga dengan sprint sehingga pelari atau atlet lari jarak pendek kerap disebut dengan sprinter. Adapun nomor lari jarak pendek atau lari sprint biasanya menempuh jarak 100 meter, lari 200 meter, dan lari 400 meter.

Tidak seperti nomor lomba lari lainnya, lari jarak pendek tidak membutuhkan peralatan yang cukup banyak.

Dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP Kelas VII karya Drs Muhajir, MEd, diketahui satu keliling lintasan lari jarak pendek dibuat sepanjang 400 meter dengan lebar 5 centimeter dan tinggi 5 centimeter.

Untuk perlombaan internasional, sekurang-kurangnya harus memiliki 6 sampai 8 lintasan dengan lebar minimum tiap lintasan yaitu 1,22 meter hingga 1,25 meter.

Kemiringan lintasan tidak boleh melebihi 1:100 kemiringan ke samping dan 1:1000 untuk kemiringan arah lari.

Selain lintasan, lari jarak pendek juga membutuhkan balok start. Balok start terbuat dari bahan kaku yang tidak memakai per atau pegas yang dapat memberi bantuan kepada pelari.

Untuk berlatih lari jarak pendek, kita dapat menggunakan alat bantu berupa stopwatch untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan sehingga kita mampu mengetahui kecepatan pelari.

Teknik Dasar Lari Jarak Pendek
Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan VII karya Muhyi Faruq, berikut 3 teknik dasar dalam lari jarak pendek:

1. Teknik start jongkok (crouching start)
Start yang dipakai dalam lari jarak pendek adalah start jongkok. Dalam melakukan start jongkok, terdapat beberapa jenis awalan di antaranya start jongkok-pendek, start jongkok menengah, dan start jongkok panjang.

Posisi start jongkok pada saat aba-aba “bersedia” harus melangkahkan kaki kiri ke depan dan ibu jari kaki lurus ke depan. Kedua kaki dalam keadaan menyentuh tanah . Lutut kaki belakang terletak di tanah. Kedua tangan diletakkan di tanah, terpisah selebar bahu lebih sedikit, jari-jari tangan menyirip ke samping/dilengkungkan. Kepala dalam keadaan datar dengan punggung, sedang mata menatap lurus ke bawah.

Sedangkan ketika aba-aba “siap” lutut-lutut ditekan ke belakang. Lutut kaki depan ada dalam posisi membentuk sudut siku-siku. Lutut kaki belakang membentuk sudut antara 120-140 derajat. Pinggang sedikit diangkat tinggi dari pada bahu, tubuh sedikit condong ke depan. Bahu sedikit lebih maju ke depan dari ke dua tangan.

Lakukan dengan pandangan lurus ke depan sehingga setelah aba-aba “Ya” atau bunyi pistol terdengar, badan diluruskan dan diangkat pada saat kedua kaki menekan keras pada start-blok. Kedua tangan diangkat dari tanah bersamaan untuk kemudian diayun bergantian. Kaki belakang mendorong kuat/singkat, dorongan kaki depan sedikit tidak kuat/keras namun lebih lama. Kaki belakang diayun ke depan dengan cepat sedangkan badan condong ke depan. Lutut dan pinggang keduanya diluruskan penuh pada saat akhir dorongan.

Kesalahan yang sering terjadi ketika start jongkok lari jarak pendek adalah sikap badan kaku, cara ayunan tangan/kaki yang kurang pas, badan kurang condong ke depan, pinggang kurang tinggi atau terlalu rendah, kaki ayun maupun tumpu lurus semua atau ditekuk semua, dan tidak diikuti gerak lanjut.

2. Teknik lari
Cara melakukan lari yang tepat dan teknik yang benar adalah dengan menentukan posisi tumit, kemudian posisi paha dan lutut, sambil mengayunkan tangan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pelari jarak pendek adalah kemampuan berlari dengan ujung kaki, tubuh condong ke depan, lengan ditekuk 90 derajat, otot muka dilemaskan, dan masing-masing kaki diluruskan dengan paha yang memimpin diangkat secara horizontal.

3. Teknik melalui garis finish
Memasuki garis finish merupakan suatu hal yang sangat penting untuk meraih kemenangan. Keterlambatan persekian detik memasuki garis finish sangat merugikan atlet.

Terdapat tiga teknik utama untuk melewati garis finish, yaitu dengan menjatuhkan dada ke depan, menjatuhkan salah satu bahu ke depan bawah saat masih dalam posisi lari, atau lari secepat-cepatnya sampai beberapa meter melewati garis finish.

Larangan pada lari jarak pendek saat memasuki garis finish yaitu tidak boleh meloncat, tidak boleh menggapai pita finish dengan tangan, dan tidak boleh berhenti mendadak di garis finish. https://kolechai.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*