Pengertian Sosialisasi Primer: Faktor Pembentuk Kepribadian dan Contoh

Jakarta – Sosialisasi adalah proses pembelajaran dan penyesuaian individu terhadap norma-norma sosial dan nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Sosialisasi dialami oleh individu sebagai makhluk sosial sepanjang kehidupannya sejak dia lahir hingga meninggal dunia.
Dalam prosesnya, sosialisasi dapat berlangsung secara tatap muka atau dengan jarak tertentu melalui media atau sarana komunikasi lainnya. Menurut tahapannya, sosialisasi dibedakan menjadi dua tahap yaitu sosialisasi primer kemudian sosialisasi sekunder.

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang sosialisasi primer lebih lanjut. Untuk itu, yuk simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Sosialisasi Primer
Dikutip dari buku Sosiologi: Kelas X yang ditulis oleh Mir’atul Farikhah dkk, sosialisasi primer adalah sosialisasi yang pertama dan terjadi dalam lingkungan keluarga.

Peter L. Berger dan Thomas Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat dalam lingkup keluarga.

Dalam tahap ini, peran keluarga sangat penting karena berpengaruh pada pembentukan karakter seorang anak. Oleh karena itu, keluarga dalam proses sosialisasi primer berperan sebagai agen utama sosialisasi.

Sosialisasi primer umumnya berlangsung saat anak berusia 0 sampai 5 tahun atau usia ketika anak tersebut belum masuk sekolah. Pada usia tersebut, anak dapat mengenali lingkungan sosialnya melalui interaksi dengan anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, atau anggota keluarga lainnya.

Secara bertahap kemudian anak tersebut mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. Anak pun dapat mengenal dirinya sendiri karena secara bertahap ia akan diberi tahu namanya sehingga ia mampu membedakan dirinya dengan orang lain.

Sosialisasi primer memainkan peran krusial dalam membentuk landasan dasar bagi individu untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan masyarakat

Pada masa sosialisasi primer, peran orang tua dan anggota keluarga lain harus mampu memberikan bimbingan dan layanan kepada anak usia balita semaksimal mungkin karena berpengaruh pada pembentukan karakter anak tersebut.

Dengan demikian, pengertian sosialisasi primer adalah sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dan berperan atas pembentukan kepribadian anak.

Faktor Pembentuk Kepribadian
Dikutip dari Sosiologi Kelas X SMA: Memahami dan Mengkaji Masyarakat karya Janu Murdiyatmoko, sebagai hasil dari sosialisasi primer, kepribadian individu dipengaruhi oleh empat faktor berikut:

1. Kebudayaan
Kebudayaan memainkan peran penting dalam menentukan norma-norma, nilai-nilai, dan perilaku yang diajarkan kepada individu dalam sosialisasi primer. Kebudayaan juga memengaruhi cara keluarga memandang pendidikan, peran gender, dan interaksi sosial.

2. Warisan Biologis
Setiap warisan biologis seseorang juga bersifat unik, yang berarti bahwa tidak seorangpun (kecuali anak kembar) yang mempunyai karakteristik fisik yang sama. Faktor warisan biologis, seperti genetik IQ tinggi dapat mempengaruhi kemampuan individu menanggapi rangsangan sosial dan lingkungan sekitarnya.

3. Pengalaman Kelompok
Pengalaman kelompok mencakup interaksi anak dengan anggota keluarga dan kelompok-kelompok kecil di sekitarnya. Kelompok ini dapat termasuk teman sebaya, kerabat, atau kelompok sosial tertentu.

4. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik tempat tinggal memainkan peran dalam membentuk pola-pola interaksi dan perilaku. Rumah yang nyaman, keamanan, dan fasilitas-fasilitas yang mendukung dapat memberikan lingkungan yang positif untuk sosialisasi primer.

Contoh Sosialisasi Primer
Keluarga memiliki peran utama dalam sosialisasi primer. Orang tua atau anggota keluarga lainnya menjadi agen sosialisasi pertama bagi seorang anak.

Anak akan memahami norma-norma sosial melalui contoh dan arahan yang diberikan oleh orang tua. Mereka belajar tentang sopan santun dan norma-norma perilaku sosial lainnya melalui keluarga mereka.

Dikutip dari buku Bunga Rampai Sosiologi Keluarga yang disunting oleh T.O. Ihromi, contoh sosialisasi primer seperti seorang Ibu yang selalu mengajarkan kepada anaknya sejak kecil untuk makan dan menerima pemberian orang lain dengan menggunakan tangan kanan.

Ketika dewasa, anak tersebut pun terbiasa makan dan menerima pemberian orang lain dengan menggunakan tangan kanannya.

Contoh lainnya adalah kebiasaan anak dalam memahami bahasa orang tua atau anggota keluarga lainnya. Anak akan meniru gaya bicara, intonasi, dan kosakata yang digunakan oleh anggota keluarga mereka.

Selain itu, dalam aspek religiusitasnya, anak-anak yang diajak untuk beribadah oleh orang tuanya akan mengikuti tradisi keagamaan dan memahami nilai-nilai moral yang terkandung dalam ajaran agama keluarga mereka.

Itulah contoh sosialisasi primer. Dengan demikian, sosialisasi primer merupakan sosialisasi pembentukan dasar kepribadian individu. Umumnya, sosialisasi primer terjadi saat anak-anak dan dilakukan oleh keluarganya. https://kebayangkali.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*