Deretan Saham Gocap Milik Konglomerat RI, Harry Tanoe-Bakrie

Jakarta, CNBC Indonesia – Menjelang akhir tahun pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan trend yang positif. Sepanjang tahun ini, IHSG juga naik dengan penguatan hingga 6% dan indeks bertengger di level 7.282,50 hingga perdagangan berjalan Rabu (27/12/2023) pukul 10.37 WIB.

Namun kenaikan IHSG justru tidak sejalan dengan beberapa saham milik konglomerasi yang masih terparkir di Rp50 per lembar saham.

Berikut saham-saham milik konglomerat RI yang masih tertidur di Rp50 per lembar saham.

1. Hary Tanoesoedibjo

Tercatat terdapat 10 saham milik MNC Group yang telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia, namun dari 10 saham tersebut, terdapat empat saham yang terparkir di gocap. MNC Group diketahui milik konglomerat RI yakni Hary Tanoesoedibjo atau akrab disapa Hary Tanoe.

Berikut empat saham MNC Group milik Hary Tanoesoedibjo yang tertidur di Rp50 per lembar saham.

2. Bakrie

Bakrie Group adalah sebuah perusahaan konglomerat yang didirikan oleh Achmad Bakrie pada tahun 1942. Perusahaan bergerak di banyak bidang, termasuk Pertambangan, MIGAS, Properti, Infrastruktur, Media, dan Telekomunikasi. Bakrie Group adalah salah satu grup bisnis terbesar di Indonesia, dengan 10 anak usahanya yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saat Ini, Bakrie Group dipimpin oleh Nirwan D. Bakrie (Chairman) dan Indra U. Bakrie (CO-Chairman). Aburizal Bakrie telah pensiun dari Bakrie Group pada tahun 2004 untuk meneruskan karier Politiknya yang pada saat itu menjabat sebagai Menko Perekonomian. Pada tahun 2009, Aburizal Bakrie mengundurkan diri dari DPR dan di eleksi sebagai Ketua Umum Partai Golkar, partai kedua terbesar di Indonesia pada tahun 2009.

Dari 10 saham Bakrie Group, terdapat enam saham yang terparkir di gocap.

3. Christopher Sumasto Tjia

Konglomerat Christopher Sumasto Tjia merupakan pemilik Pintu Air Mas Group (PAM Group). Diketahui terdapat tiga perusahaan PAM Group yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Namun sayangnya, ketiga perusahaan tersebut harus mencatatkan harga saham di Rp50 per lembar saham.

Namun berbeda dengan kedua group lainnya, dua saham milik PAM Group yakni PT Wulandari Bangun Laksana Tbk (BSBK) sudah sempat terbangun dari tidur panjangnya di gocap pada 13 Desember 2023 di level Rp52 per lembar saham. Bahkan saham BSBK sempat mengalami kenaikan tertinggi di level Rp59 per lembar saham pada 20 Desember 2023 sebelum kembali ke area Rp50 per lembar saham pada perdagangan berjalan hari ini Rabu (27/12/2023).

Bangunnya saham BSBK dari gocap didorong dari sentimen Perseroan memborong lahan senilai Rp99,97 miliar. Lahan seluas 11.7000 meter persegi (m2) tersebut digunakan untuk pembangunan The Mansion Apartment yang terletak di Balikpapan, kota penyangga Itu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Pembangunan pada proyek The Mansion Apartment di estimasikan dimulai pada tahun 2025. Estimasi penuntasan proyek yaitu pada 2028. Proyek The Mansion Apartment terdiri dari 6 tower masi-masing 12 lantai dengan total unit 1.475. Proyek menempati luas area 12 ribu m2 dengan luas bangunan 12.813 m2.

Sementara saham PAM Group lainnya yang belum lama melakukan IPO pada 10 Oktober 2023 yakni PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) sempat tertidur di gocap pada 14 Desember 2023 hingga 20 Desember 2023. Saham STRK terbangun kembali pada 21 Desember 2023 dengan kenaikan tertinggi di level Rp63 per lembar saham sebelum kembali ke level Rp50 per lembar saham. https://bolalampupetak.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*